Assalamualaikum Wr. Wb

SELAMAT DATANG

ADNIN JAMILAH

I come just to be me, not to prove anything. Saya pernah jatuh, saya pernah berlari terlalu kencang, saya pernah merangkak, saya pernah terbangun lagi, saya pernah marah, saya pernah sedih, saya pernah menyesal, saya pernah merasa "buta", saya pernah merasa "tuli", namun saya yakin bahwa DIA tidak akan pernah meninggalkan saya







Senin, 28 Februari 2011

IntermeZZo


Hal-hal yang tidak mengandung manfaat bagimu, anggap saja intermezzo
gosip-gosip tentang si "anu", si "itu", memang kadang mendelikkan matamu
tapi apakah keadaan akan berubah dengan delikan matamu?
tidak. mungkin keadaan luar berubah, tapi keadaan dalam siapa yang tahu
kamu boleh saja menyimpan kekesalan, dan merasa seseornag itu bersalah
tapi belum tentu orang yang kamu jadikan objek kekesalan itu, akan peduli
jadi anggap saja intermezzo. semua yang tidak berhubungan denganmu langsung
itu anggap saja intermezzo. karena kamu bukanlah pelaku kehidupan untuk orang lain
kamu adalah pelaku kehidupan untuk diri kamu sendiri
kamu yang menanggung dosa kamu sendiri, orang lain tidak menanggung dosa kamu
demikian pula kamu tidak akan mau menanggung dosa orang lain
anggap saja intermezzo, tentang semua hal yang tidak kamu sukai
kalau kamu tetap resah dan gelisah atas omongan orang lain
artinya kamu bukan pemain teater yang baik
biarkan saja orang bicara apa. toh kamu bukan pengemis kehidupan darinya
anggap saja intermezzo yang ada, santai saja menghadapi intermezzo.
pada akhirnya yang kamu khawatirkan, belum tentu dikhawatirkan orang lain
jadi lakukan saja hal sesukamu, selama itu tidak buruk di mata Tuhan
mungkin saja buruk di mata orang lain, tapi belum tentu buruk di mata Tuhan
Jika perbuatanmu yang baik masih dipertanyakan orang lain
berbahagialah, karena kamu menimbulkan pertanyaan bagi orang lain
jika hardikan, cacian, tuduhan, datang padamu, biarkan saja
anggap saja mereka hanya boneka-boneka, yang telah didoktrin buruk
semuanya itu tidak akan menghancurkanmu
tidak akan melenyapkan rasa cintamu pada Tuhan.

orang lain boleh menyebut seseorang itu arogan
orang lain boleh menyebut seseorang itu perampok
orang lain boleh menyebut seseorang itu bejat
tapi kau sebut saja mereka itu orang yang melalui satu fase kehidupan.
suatu saat roda pasti berputar, kadang yang diatas jadi dibawah
kadang yang baik jadi jahat, yang buruk jadi baik

kebenaran dan ketulusan itu kadang dibenci.
kepalsuan itu kadang dicintai.
yang penting, jangan ikut arus. biarkan saja.
semakin mereka tertawa, hatimu akan semakin lapang.
unconditionally love about intermezzo

Aku Mohon Untuknya




Ya Allah, bolehkah aku berdoa untuknya? Aku ingin agar dia mendapatkan istri yang baik, yang tidak mempermasalahkan jarak, yang tidak mengeluh saat dia jarang mengirimkan kabar. Aku berdoa agar dia mendapatkan istri yang tepat, yang tidak pernah meninggalkannya lagi begitu saja seperti wanita-wanita sebelumnya.

Aku berdoa agar dia mendapatkan istri yang dapat membantunya membawa barang belanjaan, saat dia pergi ke supermarket dan kemudian pulang dengan berjalan kaki berkilo-kilo. Aku berdoa agar dia memperoleh istri yang dapat menyetrika dan menyiapkan baju-bajunya, sepatunya, dan lain-lainnya, agar dia tidak salah kostum lagi. Aku berdoa agar dia memperoleh istri yang dapat menyiapkan air hangat dan peralatan mandinya, serta membangunkannya tepat waktu, agar dia tidak terpaksa tidak mandi saat harus menghadiri rapat pada pagi hari. Aku berdoa agar dia mendapatkan istri yang dapat menyadarkannya untuk berkata jujur, namun lembut, dan menjauhi perkataan kasar, sekalipun terhadap orang yang tidak cocok di hatinya.


Ya Allah, aku berdoa agar dia mendapatkan istri yang sederhana, yang tidak silau dengan harta,wajah,tahta,dan popularitas. Aku berdoa agar dia mendapatkan istri yang tegar, yang tidak mempermasalahkan penyakitnya. Aku berdoa agar dia memperoleh istri yang setia, yang tidak menjauhinya jika dia membenturkan kepalanya ke tembok. Aku berdoa agar dia diberikan istri yang bijak, yang tidak menganggapnya rapuh saat airmata dia tidak dapat dibendung lagi. Aku berdoa agar dia diberikan istri yang sabar, yang tidak mengeluhkan apa yang dimakan dan diminum oleh dia. Aku berdoa agar dia memperoleh istri yang pengertian, yang siap menemani dia ke rumah sakit jika sakit punggungnya kambuh. Aku berdoa agar dia diberikan istri yang lembut, yang senang mendengarkan mimpi ajaib dan mimpi horornya. Aku berdoa agar dia diberikan istri yang tenang, yang menenangkan dia saat dia menerima fitnah.

Aku berdoa agar dia mendapat istri yang tidak pernah mengeluh saat dia marah-marah dan merasa ingin sendiri. Aku berdoa agar dia memperoleh istri yang selalu mendukung karirnya di jalur positif. Aku berdoa agar dia mendapatkan istri yang tidak melarangnya melahap tiramisu dengan nyamannya. Ya Allah, aku berharap agar dia kelak mendapatkan istri yang benar-benar melihat pribadinya, bukan ketenaran dan nama besarnya. Aku berdoa agar dia mendapat istri yang selalu apa adanya, tidak mengekor orang lain, karena sangat mudah menjadi orang lain, maka sangat mudah kehilangan jati diri. Aku berdoa agar dia mendapatkan istri yang tidak ber iiihh ihhh saat memperhatikan jari-jarinya yang kapalan dan telapak tangannya yang kasar. Aku berdoa agar dia memperoleh istri yang tidak bertanya-tanya mengapa jabatan tangannya keras sekali. Aku berdoa agar dia memperoleh istri yang istrinya itu sama sekali tidak berminat terhadap kata-kata kasar, cacian, dan hardikan.

Aku berdoa agar dia diberikan istri yang dijauhkan dari kata menganggap lebay kepada orang lain. Aku berdoa agar dia memperoleh istri yang tidak menjelek-jelekkan permainan musiknya. Aku berdoa agar dia mendapatkan istri yang tidak memaksanya memakai topeng, melainkan mendukungnya untuk selalu jujur. Aku berdoa agar dia memperoleh istri yang menemaninya untuk mendapatkan hak-haknya, dan menjalankan kewajibannya. Aku berdoa agar dia memperoleh istri yang dapat menghiburnya kala dia menangis saat memegang pisau. Aku berdoa agar dia mendapatkan istri yang dapat menyemangatinya dan memberi semangat hidup, kala dia merasa ingin pulang saja ke keharibaan Tuhan. Aku berdoa agar dia memperoleh anak-anak yang dapat memberinya ketenangan fisik dan batin. Aku berdoa agar dia dapat lebih melihat realitas, sehingga dapat berkaca pada hal-hal yang sebelumnya tidak terpikirkan olehnya. Aku berdoa agar dia mendapatkan istri yang biasa namun tidak biasa. Semoga mata hatinya terbuka. Semoga Allah melindunginya dan mengembalikan dia pada prinsip padi yang benar-benar prinsip padi. Amin...

Gara gara Uang Pulsa

apakah ini masa sendiriku? Di rumah yang tlah membwaku pda knyamanan _kata orang,telah jdi bisu tuk driku sendiri.di mulai dari haya uang pulsa yang tak ku kra brujug spti ini.aku tdk meminta,q kra kau tahu bgaimana sfatku,dn tryta kau trsinggung dgn itu.lalu,ya...bgni diam diaman drmh.tnpa sling sapa.dan kau tahu,krn skrg drimu sdg trjga,mka semua isi rmh mndukungmu.mrka tak gapku py apa it perasaan. Skrg pa yg q lakukan pun salah,krn q tak ada cnda lg dgnmu.serba salah,mgkn sdh brapa kali aku rasakan bgnilah hdup dgn ikt orang lain.ya..mau di apa,stdky q msh brnafas dgn lancar.aku bkrja dn q py tnggung jwb,tp tdkkah kau brfkr q jg py kslitan dlm pkrjaanku,q jg py kcpekan dlm ragaku.aku py kjngkeln jka kalian tk menghraukan aku.aku cpek bkrja ndk di kantor dk dirmh,ditmbh kuliah.aku tahu kalian syang pdaku dn mgkn q yg krng brsyukur dgn apa yg allah brikan dan kalian lakukan.rasay kplaku sakit sekali,jika q ingn istrhatpun mrapakan sesuatu yg brlbhan bgi kalian.kalian memang tdk mlrangku spti tdur dr sore mpe mlam ni tnpa mdi tnpa mkan,tp kali menggeruu dasar cew mcm pa aku ini.dan anehnya aku sakit hati mdngarnya pdhl memang bnar pap yg aku lakukn mmg salh. Tpi hru gmn!aku cpek kplaku sakit tnganku spti patah tpi kalau aku blg pd mrka psti mraka blg aku lebay.apa kalau tggl dgn orang lain itu jika sakit harus diam saja.
Oh...maafkan aku tuhan q bnara msh dkat dgn dunia ini.knpa aku tdk brfkr orga di luar sna ada khdupany yg jauh blum brtung dr pda keadaanku.maka aku harus byk2 brsyukur dgn apa yg aku trima skrng. Yakilah tuhan maha tahu,jika ia tk suka dgn apa yg aku lakukan parti Ia tnjukan jalany yg bnr wlu tak scepat skejab dn lgsung.
Tp tuhan pa yg hrus aku lakukan dlam msa ktdktahuanku apa yg q lakukn salah apa bnar?
Tuhan...maafkan aku.

Sudah ah aku mau tdur dlu tuhan,krn td q py rcna mau tdur lbh awal krn mau blas ddm kmrn2 yg sllu tdur jm 2 mlam.
Tuhan....maafkan aku lg,krn sdah byk curhat dgnMu. Krn dgn bcra pdamu q jd tnang,tp hnya engkaulah yang maha tahu.
Jagalah aku dalan lindungan rahmatMu tuhan. Amin

Di manakah Kamu saat





Dimana kamu saat saya sedih? Padahal saya ada saat kamu sedih.
Dimana kamu saat dada saya merintih? Padahal saya ikut merasakan saat dadamu merintih. Dimana doamu saat saya tergenang dengan masalah?
Padahal saya tak pernah absen mendoakanmu.
Dimana kamu saat saya terlunta dan merasa gelap? Padahal saya sangat khawatir,
saat kamu merasa gelap dan kebingungan. Saat dukamu telah pulih, saya belum.
Tapi yang kamu ingat adalah dukamu telah usai,
tapi kamu tidak bertanya apa dukaku telah usai.
Lalu kamu telah dapat tertawa lepas kembali, bernyanyi,
berlari, penuh harapan lagi. Tapi aku tetap dalam kesedihanku sendiri,
dan kamu tidak merasakannya.

Saat aku berada dalam titik hitam,kamu enggan mendekat.
Namun saat kamu berada di titik hitam itu,kamu butuh saya.
I feel your pain, but you do not feel my pain.
And then I feel sad, but suddenly I feel glad again, karena saya tahu walaupun saya dilupakan olehmu,
tapi dalam hal-hal tertentu kamu pasti mengingat saya.
Saya tetap ada dalam satu bagian jiwamu.

Itulah mengapa saya belajar mengenal unconditional love.
Dengan unconditional love,
saya berupaya untuk tidak menanam timbal balik....

Apakah benar ?

sejak pertengkaran yang ku buat dengannya saat itu, semuanya kini harus aku hadapi sendiri.
apakah aku benar benar tlah kehilangannya untuk selamanya.
sejujurnya aku masih banyak punya pertanyaan.....
kenapa aku yang di tinggalkan ??
apakah karena kau tlah pernah mendapatkan aku seluruhnya hingga kau kini dengan tanpa dosa meninggalkan aku dengan keadaan seperti ini.??
entah lah.....
apapun yang aku katakan
apapun yang aku tanya
kini tak ada lagi jawabmu untukku

karena mungkin benar, aku tlah kehilangn mu.
D.Y

Pertanyaan SEDERHANA




Ryan : Apakah aku pernah terlintas dalam pikiranmu?
Windy : Tidak
Ryan : apakah kau menyukai aku?
WIndy : Tidak terlalu
Ryan : Apakah kau menginginkanku?
Windy : Tidak
Ryan : Akankah kau menangis jika aku pergi?
Windy : Tidak
Ryan : Akankah kau hidup untuk ku?
Windy : Tidak
Ryan : Pilih aku atau hidupmu?
Windy : Hidupku
Dan kau berkata …
Alasan kau tidak pernah terlintas dalam pikiran ku adalah karna kau slalu dipikiran ku..
Alasan mengapa aku tidak suka kau karna aku mencintaimu..
Alasan mengapa aku tidak menginginkanmu karna aku butuh kau..
Alasan mengapa aku tidak akan menagis jika kau pergi karna aku akan mati jika kau pergi..
Alasan aku tidak hidup untukmu karna aku akan mati untukmu..
Alasan aku tidak akan melakukan sesuatu untukmu karna aku akan melakukan segalanya untukmu..
Alasan aku memilih hidupku karna kau adalah hidupku.
By:Karina

* entah mengapa aku suka membaca tulisan ini,yg ditujukan untuk seseorang dari seseorang...
sederhana tapi memiliki makna yg dalem bgt.
Walaupun aku pikir,adakah cinta sesederhana itu...
Karena terkadang cinta begitu sulit untuk dipahami,kita bahkan terkadang tidak menyadari cinta sejati telah hadir dalam hidup kita.
cinta begitu mudah diucapkan,begitu mudah diungkapkan,tapi...alangkah rumitnya cinta.
love is complicated......

Minggu, 27 Februari 2011

Hidup bermakna , "cerita"



Betulkah hidup bermakna itu berarti hidup yang selalu menolong orang lain? Jika begitu, sungguh kasihan sekali orang-orang yang hidupnya lebih banyak ditolong oleh orang lain. Maka apakah orang-orang yang lebih banyak ditolong itu menjadi tidak bermakna? Saya rasa tidak adil, karena setiap orang bermakna. Setiap orang berhak merasakan hidupnya bermakna, bukan terikat pada aturan.
Kata salah satu teman saya, hidup bermakna itu adalah hidup yang bermanfaat bagi semua makhluk Tuhan, dan jangan sampai kita hidup di dunia Cuma numpang aja, dan lewat begitu aja. Betulkah seperti itu? Saya rasa tidak. Setiap orang memiliki manfaat bagi orang lain, tapi bukankah kita tidak boleh membanggakan diri sendiri? Apa kita harus membuat visi dan misi, bahwa kita harus menjadi pahlawan bagi orang lain? Bukankah Tuhan menilai apa yang ada di dalam diri kita, dan dari apa yang kita lakukan, bukan dari pandangan orang lain terhadap diri kita?
Apakah hidup bermakna itu berarti kita harus sering mengatakan “bersedekahlah”, “bantulah orang lain”, “sisihkanlah uangmu”, dan lainnya? Ya memang bagus jika kita mengatakannya untuk mengingatkan orang lain, tapi kalau kita mengatakannya agar kita terlihat dermawan di mata orang lain, untuk apa? Kalau begitu, orang-orang yang tidak mampu bersedekah dengan banyak, berarti hidupnya tidak bermakna, ya, huh? Kasihan sekali jika orang kurang mampu dianggap hidupnya tidak bermakna.
Ok, kita kembali pada orang yang bermanfaat bagi orang lain. Saya rasa, setiap orang memiliki nilai manfaat bagi orang lain, walaupun dia buta, dia tuli, dia bisu, dia memiliki keterbelakangan mental, bahkan seorang budak pun memiliki nilai manfaat. Jika orang-orang yang dianggap bermanfaat bagi orang lain itu hanya orang-orang yang berdedikasi tinggi, dan sehat fisik dan rohani, sungguh kasihan orang-orang yang tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya, yang hanya dapat menyumbang Rp 500 untuk berbagai bencana, yang memiliki keterlambatan dalam berpikir?
Jadi, saya rasa tiap hidup orang itu bermakna. Bahkan tukang sampah pun bermakna bagi orang lain. Dia yang mengambilkan sampah-sampah di tempat sampah. Coba bayangin, kalau nggak diambilin, sampah kan lama-lama numpuk, bau, dan nanti akan membuat kita sakit. Besar kan maknanya bagi orang lain. Dan jangan pernah merasa hidup kita tidak bermakna. Kita naik angkot, maka uang kita akan bermakna bagi sopir angkot, dan juga pengusaha angkotnya. Kita beli bakso, maka uang kita akan bermakna bagi abang baksonya. Kita buang kulit pisang yang ada di jalan, maka kita sudah berhasil mengurangi resiko kecelakaan yang mungkin terjadi karena adanya kulit pisang tersebut.
Menurut saya, hidup bermakna bukan berarti kita harus sukses di mata orang lain, tapi hidup bermakna tergantung pola pikir kita sendiri, apa yang dapat kita lakukan, dan jauh dari keinginan menjadi pahlawan kesorean di mata orang lain. Berbahagialah orang-orang yang merasa hidupnya bermakna, itulah tanda orang yang bersyukur setiap waktu.

Kepercayaan Diri (menurutku ....!!!)





Kepercayaan diri itu bukan masalah pintar ngomong. Bukan berarti orang yang percaya diri itu sehari-hari demen ngomong, demen bergaul, demen jalan-jalan, seneng ngasih pendapat ini itu. Tapi kalau menurut aku, kepercayaan diri itu lebih pada kenyamanan terhadap diri sendiri. Jadi gini, orang yang percaya diri itu akan yakin dan mantap dalam setiap langkahnya, walaupun dia melangkahnya sedikit-dikit, dan terlihat seperti siput di mata orang lain.
Bukan berarti orang yang pendiam itu nggak percaya diri loh, saya itu termasuk kategori orang yang pendiam, tapi saya memiliki kepercayaan diri yang sangat besar. Saya yakin pada diri sendiri, saya menghormati diri saya sendiri, dan saya menghormati pemikiran orang lain.
Dan bukan berarti orang yang cerewet itu juga semuanya percaya diri loh. Ada juga yang justru penakut, mungkin dia berani kalo bareng rekannya, tapi kalau dia disuruh menghadapi suatu permasalahan sendirian, dia langsung ciut. Langsung panik, langsung kalang kabut, dan nggak ngerti apa yang mesti dilakukan.
Beda sama orang yang memang dari kecilnya sudah belajar menghadapi berbagai permasalahan sendirian. Pasti dia akan terlihat tenang dan nggak grasak-grusuk. Bukan berarti orang yang tenang gak pernah pesimis, tapi dalam kepesimisannya dia juga akan tenang, memang sedih, tapi dia akan yakin bahwa badai pasti berlalu. Wong kita kan semua nakhoda pemula di dunia ini. Gak ada nakhoda yang benar-benar hebat, yang super hebat ya hanya Tuhan.
Kepercayaan diri bukan berarti ditunjukkan dengan berani menampilkan sikap galak, dan kasar. Wah kalau itu sih bukan percaya diri namanya, menurut aku, orang yang kasar itu justru rendah diri. Jadi dia nggak bisa mengendalikan emosinya. Tapi ya itu hanya pendapat aku. Kalau seseorang itu percaya diri justru tutur katanya akan sopan dan santun, dan juga bersahaja.
Kepercayaan diri juga bukan berarti diukur dengan speak-up. Wah hati-hati loh, kebebasan berpendapat bukan berarti kita bebas ngomong apa aja. Yakin deh, mungkin kita akan terkesan sama sosok yang tampan atau cantik. Tapi begitu tahu bahasanya tidak diatur, dan bicaranya seenaknya, pasti langsung ilfeel ya. Iya toh, soalnya mulut aja ntar dikunci pas di akhirat. Citra penampilan sekeren apapun bisa luntur, kalau ternyata orangnya biasa menggunakan bahasa yang kurang baik.
Kepercayaan diri juga bukan berarti diukur dengan keterbukaan. Orang yang rame belum tentu berarti terbuka. Orang yang kalem, diem, bukan berarti juga tertutup. Kadang-kadang memang ada orang yang menutup rapat-rapat sekelumit hal tentang dirinya, dan kita seyogianya menghargai hal tersebut. Karena kita gak bisa menyamaratakan hal tersebut.
Tapi bahasa itu mencerminkan sosok orang itu sendiri loh, dan juga mencerminkan kepercayaan dirinya, dan kerendahan hatinya.
Bukan berarti orang yang percaya diri itu wajib menunjukkan bahasa yang penuh istilah-istilah keren, tapi coba deh rasakan bedanya kepribadian antara dua orang berikut :
A : “Ya udah gue minta maaf. Gue minta maaf. Ya elahhh lebay banget deh…Gitu aja marah sih, udah kayak anjing gonggong.”
B : “Gue minta maaf ya, bener-bener minta maaf. Tolong diingatkan ya kalau gue bertindak kasar lagi. Gue takut kalau nantinya gue bertindak sewenang-wenang.”
Ini bukan masalah fake or real, toh dengan adanya diri yang baik, lingkungan pun akan menjadi baik.
Coba lihat deh lingkungan Anda, kalau lingkungan Anda penuh tutur kata yang baik, berarti Anda juga baik. Tapi kalau temen-temen di lingkungan Anda juga bahasanya kurang sopan, ya berarti Anda sama juga. Gak akan pernah berubah, kalo Anda gak mau berubah.
Nah, selanjutnya terserah Anda. Kalau saya percaya banget, bahasa yang dituturkan seseorang menunjukkan hati orang itu. Kalau mata dapat berbohong, tapi kalau bahasa tidak. Akan ada tekanan yang berbeda saat seseorang berbicara dengan tulus, atau berbicara dengan kepura-puraan, karena kepercayaan dirinya juga terlihat melalui bahasa.
Oya kepercayaan diri juga bukan berarti ditunjukkan dengan aktifnya seseorang di organisasi, karena kalau gitu, gimana dong dengan orang yang bekerja di belakang panggung? Mereka percaya diri juga loh, iya toh bukan berarti yang ada di depan kamera itu percaya diri semuanya?
Have a good day. Love you all.

Aku Sembunyikan Cintaku





Aku katakan yang tak perlu di depanmu. Aku sembunyikan semua yang perlu di mataku. Di sanalah cinta bersembunyi.
(Andrei Aksana)

Aku menyembunyikan cinta, untuk tidak menyakiti hati siapapun. Aku menghaturkan cinta dalam hati, agar airmataku tersamar bukan hanya dalam hujan, namun juga dalam kemarau, dan saat suasana kering kerontang. Dan semuanya bersumber pada perasaan, karena aku bekerja dengan perasaan. Logika mampu membantuku memahami sesuatu, namun perasaanlah yang mampu mengajarkanku untuk mengerti berbagai logika. Dan aku mengingat kisah-kisah kita yang masih hangat, sehangat tanganku yang pernah memegang harapan tentang kamu. Kamu tahu? Aku berusaha mati-matian untuk melawan perasaan, untuk tidak menuruti hasrat untuk menelusuri langkah-langkah lemasmu. Aku melawan perasaan untuk tidak berusaha mengaitkan diriku dengan calon pendamping idamanku. Dan aku masih mengintip tawa kecilmu yang pernah aku dengar saat kau berada di depan pintu itu, kau memegang gagang pintunya, dan tidak berniat menoleh ke arahku. Ya, aku tahu. Aku melawan perasaan ketika tiba-tiba kamu menoleh dan mengguratkan sembilu pertanyaan. Jika saat itu keberanian datang, sudah tentu aku akan mendatangimu. Namun hanya sampai pada datang ke arahmu saja, tapi tentu tidak menyapamu, karena aku merasa tidak berhak akan hal itu. Aku malu, dan aku beranggapan banyak yang menaruh pundi-pundi kilauan pada dirimu, yang dapat saja menjadi beban tersendiri bagimu. Oleh sebab itu, aku melawan perasaanku. Walaupun perasaanku ini tulus, aku tetap melawannya. Lebih memilih mengkhianati kata hati, berdusta, dan membiarkan diri sendiri tercabik-cabik karena rongga dada terluka. Sungguh, aku tidak ada maksud untuk membiarkanku terlihat seperti orang yang pongah. Aku hanya ingin melawan perasaan, karena perasaan adalah tembok hati. Jika tembok tidak diberi semen yang kokoh, ia akan lebih cepat hancur, dan hanya tinggal menjadi puing kenangan. Terlupakan, dan orang yang memungutinya akan menaruh rasa kecut, dan menyalahkan tembok itu. Oleh sebab itu, aku melawan perasaan. Sungguh berat, namun aku tahu. Disana sudah ada yang menanti kamu, dengan membawa bekal sate ayam kesukaanmu. Sedangkan aku tidak membawa apa-apa, sama sekali kosong. Aku menemuimu dengan tangan kosong, jadi apakah pantas aku menaruh harapan yang tidak kosong? Cintaku bersembunyi untukku sendiri.